Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan

Asosiasi Pedagang Pasar Semua Indonesia (APPSI) minta pemerintah sediakan data tersedianya pangan di negeri yang terbaru serta sesuai dengan keadaan lapangan. Wakil Ketua Umum APPSI Sarman Simanjorang menjelaskan, dalam mengecek data tersedianya pangan, menteri-menteri berkaitan sebaiknya lihat langsung ke lapangan, tidak cuma lewat data di atas kertas.



Sarman mengutarakan, pemerintahlah faksi yang mempunyai data importir atau produsen dari tiap komoditas pangan di Indonesia. Contohnya data importir daging, bawang putih, maupun gula.

"Daging contohnya, coba cek di gudangnya langsung. Kan mereka yang mengetahui dimana importir-importir itu. Bawang, siapa importir yang diberi izin? Ya cek dong, lihat fisiknya, gula demikian. Jadi di antara data di atas kertas dengan bukti fisik di lapangan itu sesuai dengan," kata Sarman saat dihubungi detikcom, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga : Akreditasi Jurusan POLINEMA

Sarman memandang, langkah yang dikerjakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tempo hari, Rabu (18/3) yaitu terjun langsung memeriksa stock beras di gudang Perum Bulog sebaiknya dicontoh oleh beberapa menteri yang berkuasa dalam soal tersedianya pangan ini.

"Tempo hari misalnya Pak Presiden tidak ingin cuma di atas kertas kan, langsung ke lapangan, langsung lihat gudangnya Bulog. Jadi kami mengharap menteri-menteri ini demikian," tambah Sarman.

Berdasarkan penjelasan Sarman, data tersedianya gula dalam negeri sempat tidak sama dengan bukti di lapangan. Oleh karena itu dia memandang kontrol ke lapangan ialah langkah harus buat menteri berkaitan.

"Tempo hari kan demikian, surat yang tersebar dari Menteri Perdagangan bialng gula stoknya demikian, nyatanya demikian, di surat beliau yang tersebar ke Presiden. Tempo hari kan tersebar surat Menteri Perdagangan ke Presiden itu, beredar banyak itu. Jadi berarti itu ada tulisan disana, semula demikian, nyatanya demikian bermakna kan tidak sama kenyataannya dengan di atas kertas. Jadi menteri-menteri berkaitan harusnya turun ke lapangan," ucapnya.

Baca Juga : Politeknik Negeri Malang

Menurut dia, dengan pastikan data tersedianya pangan yang sesuai dengan keadaan lapangan, karena itu pemerintah tidak akan keliru dalam ambil kebijaksanaan.

"Cek and re-check di antara data di atas kertas itu dengan data di lapangan dengan fisik menyambung apa tidak. Kelak takutnya ada yang katakan stock berapakah, nyatanya di lapangan tidak sesuai dengan. Kelak salah ambil kebijaksanaan," pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!