#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Tagar #Indonesia_LockdownPlease jadi trending siang hari ini, Kamis (19/3/2020) di Twitter. Saran lakukan isolasi daerah alias lockdown jadi pembicaraan bersamaan wabah virus corona.



Belum juga jumlahnya masalah positif Covid-19 melompat 55 masalah di Indonesia, /hari Rabu (18/3/2020) sore. Satu hari awalnya beberapa 172 masalah jadi 227 masalah. Langkah lockdown juga dipercaya bisa mendesak penebaran atas virus corona.

Lockdown sendiri berarti negara menutup jalan masuk serta keluar penduduknya di pada suatu wilayah. Tetapi, sebenarnya ada efek ngeri menunggu Indonesia jika lockdown dikerjakan.

Baca Juga : Akreditasi Jurusan UTM

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan jika jika Jakarta saja yang lockdown, Indonesia dapat kritis ekonomi.

"Indonesia dapat kritis sebab lockdown di Jakarta," tegas Bhima saat dihubungi detikcom, Minggu (15/3/2020).

Masalahnya selama ini 70% gerakan uang dalam perekonomian nasional ada di Jakarta. Akan beresiko jika kegiatan perekonomian lumpuh sebab lakukan lockdown di Jakarta.

"70% uang berputar-putar di Jakarta, ada Bursa Dampak, ada bank sentra. Begitu beresiko jika kita ambil langkah lockdown," kata Bhima.

Belum juga suplai bahan baku inti buat warga Jakarta akan terhalang, intinya pangan. Selama ini, menurut Bhima, Jakarta memercayakan suplai pangan di luar wilayah.

"Arus barang yang juga masuk terusik. Jakarta memercayakan sejumlah besar bahan pangan di luar wilayah," tutur Bhima.

Selain itu Jakarta memberi 20% angka inflasi nasional. Jika barang langka di Jakarta serta berbuntut pada kenaikan harga dengan lokal, karena itu angka inflasi nasional bisa terkerek sampai 6%.

"Sesaat Jakarta memberi 20% keseluruhan inflasi nasional, jika barang sulit masuk, berlangsung kelangkaan tentunya inflasi nasional akan tembus di atas 4-6%. Yang rugi ialah warga sendiri," kata Bhima.

Baca Juga : Universitas Trunojoyo Madura

Direktur Analisa Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memberikan tambahan, bila berlangsung lockdown di Jakarta akan memberi hantaman keras buat pekerja bidang informal. Ia menyebutkan banyak warga kecil penjual camilan bisa menjadi yang pertama kehilangan penghasilan.

"Lockdown itu untuk Indonesia efek negatifnya jauh semakin besar dari negara lain sebab banyak yang di bidang informal. Pedagang bakso tidak dapat jualan bakso. Berapakah ribu warga kita yang jualan bakso, yang jualan ketoprak, yang jualan pecel, yang jualan siomay, yang membuka warung. Mereka akan kehilangan penghasilan. Berapakah lama mereka dapat bertahan," tutur Piter pada detikcom, Selasa (17/3/2020).

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan