Mentan Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha di Sektor Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berikan motivasi mahasiswa supaya jadi entrepreneur sukses yang bergelut di bidang pertanian. Alasannya, delapan dari 10 atau 80% entrepreneur paling kaya berjalan di bidang pertanian.

“Tekad kuat serta usaha keras, merubah nasib mereka, hingga dapat bangun dari kemerosotan ekonomi waktu kemarin. Mahasiswa Fakultas Unhas harus menjadi entrepreneur. Kami akan membantu permudah izinnya,” tutur Mentan Amran waktu memberi kuliah umum pada mahasiswa Fakultas Pertanian Kampus Hasanudin (Unhas), Jumat (7/9).

Baca juga: Akreditasi Prodi POLINES

Karena itu, tegas dia, mahasiswa mesti mempunyai ciri-ciri yang kuat serta pintar hingga dapat jadi pemimpin serta entrepreneur bagian pangan yang sukses di hari esok. Kunci paling penting yang mesti dikerjakan tegas dia yaitu bereksperimen.

“Dulu saya tinggal di kos-kosan ukuran 4x6 mtr. serta di desa terpencil, 12 bersaudara. Usia 9 tahun saya telah mencari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam kondisi miskin, tetapi kami tidak ingin dikuburkan dalam kondisi miskin. Saya usaha keras di bagian pertanian. Dahulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp500.000 kurun waktu 8 tahun jadi Rp3 triliun. Jika kita usaha keras tentu dapat sukses," kata Amran dengan penuh semangat untuk membangkit semangat beberapa mahasiswa.

Selanjutnya Amran menuturkan karena usaha keras serta kebijakan yang pas, pembangunan bidang pertanian saat pemerintahan Jokowi-JK memetik banyak kesuksesan. Program serta kebijakan tidak cuma mempunyai tujuan tingkatkan produksi, namun menggerakkan perkembangan ekonomi, export serta tingkatkan investasi.

“Kami meniadakan ketentuan yang menghalangi investasi serta export di bidang pertanian. Totalnya ada 191 ketentuan yang telah dicabut. Akhirnya investasi di bidang pertanian, dari mulanya Rp23 triliun, jadi Rp46 triliun sekarang ini serta export pangan kita naik,” ucapnya.

Perkembangan ekonomi, tegasnya, seperti dikatakan Presiden Jokowi dipastikan dua perihal, yaitu investasi serta export. Untuk memudahkan perizinan investasi, pemerintah sudah mengaplikasikan OSS (Online Single Submission). “Sehingga beberapa investor bisa dengan cepat mengatur perijinannya serta nyaman. Kita jemput bola serta antar mereka,” tegasnya.

Berdasar pada data BPS, keseluruhan export pertanian di 2017 sampai Rp 441 triliun atau naik 24,47 persen dibanding 2016 yang sebesar Rp 355 triliun. Tidak cuma itu, pada Maret 2018 prosentase masyarakat miskin di Indonesia turun 0,30% (630 ribu orang) jadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalannya sebesar 10,12% (26,58 juta orang) pada September 2017. "Ini pertama-tama Indonesia memperoleh tingkat angka kemiskinan satu digit," kata Amran.

“kontribusi bidang pertanian juga dalam menyumbang perkembangan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibanding Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q). Peran ini paling tinggi di banding bidang yang lain seperti layanan perusahaan,” imbuhnya.

Baca juga: Akreditasi Prodi ISI SOLO

Karenanya, Amran mengatakan Kementan selalu tingkatkan volume export. Belakangan ini Kementan sudah di tandatangani nota kesepakatan dengan Kamar Dagang serta Industri Indonesia (KADIN) berkaitan Stabilisasi tersedianya Supply Pangan serta Percepatan Export Komoditas Pertanian. “Bersama KADIN tempo hari kami langsung export manggis ke Tiongkok serta bibit ayam petelur ke Timor Leste. Negara arah export ke depan selalu ditambah,” ucapnya.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan