Trump Akan Pimpin Pertemuan DK PBB Bahas Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan pimpin pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB berkaitan Iran yang akan menyoroti pelanggaran hukum internasional saat pertemuan tahunan beberapa pemimpin dunia di New York. Hal tersebut diutarakan oleh Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley.
Amerika Serikat, yang memegang kursi kepresidenan DK PBB untuk September, sudah tidak berhasil menggerakkan Dewan Keamanan untuk menyebut Iran. Haley dengan teratur menyerang Iran, menuduhnya ikut serta dalam perang di Suriah serta Yaman.
Baca juga: Akreditasi Prodi UII
"Trump pimpin pertemuan untuk menangani pelanggaran Iran pada hukum internasional serta ketidakstabilan pada umumnya yang dijamin Iran di semua lokasi Timur Tengah," kata Haley seperti diambil dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Beberapa diplomat menyampaikan Iran bisa minta untuk bicara pada pertemuan 26 September, pada pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB. Presiden Iran Hassan Rouhani diprediksikan akan berpidato pada 25 September. Misi Iran untuk PBB tidak selekasnya menyikapi keinginan untuk komentar.
Haley menyampaikan Amerika Serikat tidak akan keberatan dengan pidato Rouhani.
Selain itu, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy menyampaikan pertemuan Iran mesti konsentrasi pada pelaksanaan resolusi 2015 mengenai Iran.
"Kami begitu mengharap jika akan ada pandangan yang disuarakan berkenaan dengan penarikan AS dari persetujuan nuklir internasional 2015," tutur Polyanskiy pada dewan.
Trump pada Mei lantas menarik AS keluar dari persetujuan pada Iran serta enam kemampuan dunia yang diperuntukkan untuk hentikan potensi nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan beberapa sangsi. Trump memerintah reimposisi sangsi AS yang ditangguhkan berdasar pada kesepakatan itu.
Iran masih tetap tunduk pada embargo senjata PBB serta pembatasan lainnya yang terdapat dalam resolusi, yang menyimpan persetujuan nuklir. Kemampuan Eropa sudah berupaya untuk selamatkan persetujuan itu.
Pada bulan Februari, Rusia memveto penawaran yang di pimpin AS untuk Dewan Keamanan untuk menyebut Teheran sebab tidak berhasil untuk menahan senjatanya jatuh ke tangan grup Houthi, dakwaan yang dibantah oleh Teheran.
Baca juga: Akreditasi Prodi UGM
Beberapa anggota dewan di hari Selasa juga mengatakan menentang gagasan Haley untuk membuat pertemuan di hari Rabu berkaitan krisis di Nikaragua.
Lebih dari 300 orang sudah meninggal serta beberapa ribu yang lain terluka dalam aksi keras kepolisian ditempat serta kelompok-kelompok bersenjata atas tindakan memprotes pada gagasan pemerintah Nikaragua untuk memotong tunjangan kesejahteraan. Memprotes berkembang jadi sikap oposisi yang lebih luas pada Presiden Daniel Ortega.
Amerika Serikat, yang memegang kursi kepresidenan DK PBB untuk September, sudah tidak berhasil menggerakkan Dewan Keamanan untuk menyebut Iran. Haley dengan teratur menyerang Iran, menuduhnya ikut serta dalam perang di Suriah serta Yaman.
Baca juga: Akreditasi Prodi UII
"Trump pimpin pertemuan untuk menangani pelanggaran Iran pada hukum internasional serta ketidakstabilan pada umumnya yang dijamin Iran di semua lokasi Timur Tengah," kata Haley seperti diambil dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Beberapa diplomat menyampaikan Iran bisa minta untuk bicara pada pertemuan 26 September, pada pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB. Presiden Iran Hassan Rouhani diprediksikan akan berpidato pada 25 September. Misi Iran untuk PBB tidak selekasnya menyikapi keinginan untuk komentar.
Haley menyampaikan Amerika Serikat tidak akan keberatan dengan pidato Rouhani.
Selain itu, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy menyampaikan pertemuan Iran mesti konsentrasi pada pelaksanaan resolusi 2015 mengenai Iran.
"Kami begitu mengharap jika akan ada pandangan yang disuarakan berkenaan dengan penarikan AS dari persetujuan nuklir internasional 2015," tutur Polyanskiy pada dewan.
Trump pada Mei lantas menarik AS keluar dari persetujuan pada Iran serta enam kemampuan dunia yang diperuntukkan untuk hentikan potensi nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan beberapa sangsi. Trump memerintah reimposisi sangsi AS yang ditangguhkan berdasar pada kesepakatan itu.
Iran masih tetap tunduk pada embargo senjata PBB serta pembatasan lainnya yang terdapat dalam resolusi, yang menyimpan persetujuan nuklir. Kemampuan Eropa sudah berupaya untuk selamatkan persetujuan itu.
Pada bulan Februari, Rusia memveto penawaran yang di pimpin AS untuk Dewan Keamanan untuk menyebut Teheran sebab tidak berhasil untuk menahan senjatanya jatuh ke tangan grup Houthi, dakwaan yang dibantah oleh Teheran.
Baca juga: Akreditasi Prodi UGM
Beberapa anggota dewan di hari Selasa juga mengatakan menentang gagasan Haley untuk membuat pertemuan di hari Rabu berkaitan krisis di Nikaragua.
Lebih dari 300 orang sudah meninggal serta beberapa ribu yang lain terluka dalam aksi keras kepolisian ditempat serta kelompok-kelompok bersenjata atas tindakan memprotes pada gagasan pemerintah Nikaragua untuk memotong tunjangan kesejahteraan. Memprotes berkembang jadi sikap oposisi yang lebih luas pada Presiden Daniel Ortega.
Comments
Post a Comment