Bupati Labuan Bajo Resmikan Hyperbaric Oxygen Chamber
Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula resmikan Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo yang adalah sarana therapy oksigen murni pertama di lokasi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Labuan Bajo adalah satu diantara 10 tujuan pariwisata prioritas yang diputuskan Presiden Joko Widodo. Populer dengan lanskap alam serta pemandangan yang mengagumkan serta wisata bawah laut. Labuan Bajo menarik minat banyak wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara.
Baca juga: Akreditasi Prodi UNIMA
“Dengan terdapatnya sarana Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo, kami harap ialah beberapa wisatawan, terpenting yang suka diving, bisa manfaatkan sarana ini pada saat mereka nikmati keindahan alam di Pulau Flores,” kata Agustinus Ch Dula.
Hyperbaric Oxygen Terapi atau therapy oksigen hiperbarik ialah satu bentuk penyembuhan dengan hirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan tinggi lebih dari 1 Atmosfer Absolut serta biasanya diperuntukkan untuk penyakit dekompresi yang biasa dihadapi oleh beberapa penyelam laut dalam.
Dengan simpel, penyakit dekompresi ialah satu keadaan medis saat akumulasi gas nitrogen yang larut pada tubuh sesudah menyelam membuat gelembung hawa, hingga menyumbat saluran darah serta skema saraf. Beberapa gejala penyakit dekompresi diantaranya dari mulai sakit persendian, sakit kepala, mati perasaan, masalah pernafasan, bahkan juga hilang kesadaran yang dapat berbuntut pada kematian jika keadaan itu tidak selekasnya diatasi.
“Gejala penyakit dekompresi baru bisa lebih baik jika pasien memperoleh therapy oksigen murni lewat therapy oksigen hiperbarik,” jelas Pakar Therapy Oksigen Hiperbarik Indonesia, Prof Dr M Guritno Suryokusumo, yang ikut Guru Besar Fakultas Kedokteran UI.
Dalam ruangan therapy oksigen hiperbarik, desakan hawa bertambah sampai 3x tambah tinggi dari desakan hawa normal. Pada keadaan ini, paru-paru bisa menghimpun semakin banyak oksigen murni yang dihirup dibanding dalam desakan hawa normal.
Saluran darah akan membawa oksigen ke semua badan dan akan menantang bakteri serta merangsang pelepasan zat yang dimaksud sel induk, yang setelah itu akan merangsang pengobatan, melakukan perbaikan, dan mengawasi jaringan badan pasien masih sehat.
Baca juga: Akreditasi Prodi UNSRAT
Tidak hanya untuk pemulihan penyakit dekompresi karena menyelam, sarana Hyperbaric Oxygen Chamber dapat juga dipakai untuk pengobatan luka memiliki masalah berkaitan penyakit diabetes melitus, patah tulang, masalah pendengaran, masalah saraf serta stroke, dan untuk kesehatan serta kecantikan.
“Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo mempunyai kemampuan muatan optimal sampai 8 orang pasien. Dengan demikian, pasien yang mempunyai mobilitas hanya terbatas masih bisa gampang lakukan terapi di chamber,” kata Executive Director Siloam Hospitals Labuan Bajo Charles Wonsono.
Labuan Bajo adalah satu diantara 10 tujuan pariwisata prioritas yang diputuskan Presiden Joko Widodo. Populer dengan lanskap alam serta pemandangan yang mengagumkan serta wisata bawah laut. Labuan Bajo menarik minat banyak wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara.
Baca juga: Akreditasi Prodi UNIMA
“Dengan terdapatnya sarana Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo, kami harap ialah beberapa wisatawan, terpenting yang suka diving, bisa manfaatkan sarana ini pada saat mereka nikmati keindahan alam di Pulau Flores,” kata Agustinus Ch Dula.
Hyperbaric Oxygen Terapi atau therapy oksigen hiperbarik ialah satu bentuk penyembuhan dengan hirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan tinggi lebih dari 1 Atmosfer Absolut serta biasanya diperuntukkan untuk penyakit dekompresi yang biasa dihadapi oleh beberapa penyelam laut dalam.
Dengan simpel, penyakit dekompresi ialah satu keadaan medis saat akumulasi gas nitrogen yang larut pada tubuh sesudah menyelam membuat gelembung hawa, hingga menyumbat saluran darah serta skema saraf. Beberapa gejala penyakit dekompresi diantaranya dari mulai sakit persendian, sakit kepala, mati perasaan, masalah pernafasan, bahkan juga hilang kesadaran yang dapat berbuntut pada kematian jika keadaan itu tidak selekasnya diatasi.
“Gejala penyakit dekompresi baru bisa lebih baik jika pasien memperoleh therapy oksigen murni lewat therapy oksigen hiperbarik,” jelas Pakar Therapy Oksigen Hiperbarik Indonesia, Prof Dr M Guritno Suryokusumo, yang ikut Guru Besar Fakultas Kedokteran UI.
Dalam ruangan therapy oksigen hiperbarik, desakan hawa bertambah sampai 3x tambah tinggi dari desakan hawa normal. Pada keadaan ini, paru-paru bisa menghimpun semakin banyak oksigen murni yang dihirup dibanding dalam desakan hawa normal.
Saluran darah akan membawa oksigen ke semua badan dan akan menantang bakteri serta merangsang pelepasan zat yang dimaksud sel induk, yang setelah itu akan merangsang pengobatan, melakukan perbaikan, dan mengawasi jaringan badan pasien masih sehat.
Baca juga: Akreditasi Prodi UNSRAT
Tidak hanya untuk pemulihan penyakit dekompresi karena menyelam, sarana Hyperbaric Oxygen Chamber dapat juga dipakai untuk pengobatan luka memiliki masalah berkaitan penyakit diabetes melitus, patah tulang, masalah pendengaran, masalah saraf serta stroke, dan untuk kesehatan serta kecantikan.
“Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo mempunyai kemampuan muatan optimal sampai 8 orang pasien. Dengan demikian, pasien yang mempunyai mobilitas hanya terbatas masih bisa gampang lakukan terapi di chamber,” kata Executive Director Siloam Hospitals Labuan Bajo Charles Wonsono.
Comments
Post a Comment