OTT Pasuruan, KPK Duga Ada Aliran Dana Proyek Pembangunan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangka terdapatnya saluran dana yang mengalir pada project infrastruktur pembangunan dan perairan yang menangkap kepala daerah waktu operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung di Pasuruan, Jawa Timur.
"Proyeknya infrastruktur, ada project pembangunan ya, tahun 2018. Besok selengkapnya akan kami berikan project apakah," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Kamis (4/10/2010).
Baca juga: Biaya Kuliah POLSRI - Biaya UKT POLSRI
"Tetapi memang benar ada project pembangunan di Pasuruan yang cukuplah banyak project pembangunan serta berkaitan project dengan perairan atau irigasi. Itu yang kami identifikasi juga karenanya ada pendapat fee project dari sana," lebih Febri.
KPK lanjut Febri, juga menyangka terdapatnya saluran dana berbentuk transaksi penyerahan uang berbentuk kontan atau fisik atau transaksi perbankan.
"Yang kami indikasikan sisi dari prinsip fee project yang berada di Pasuruan. Kelak akan didalami selanjutnya tekait dengan fakta-fakta itu," tuturnya.
Untuk info selanjutnya, Febri menyampaikan, KPK akan mengadakan pertemuan wartawan berkaitan masalah yang menangkap kepala daerah di Pasuruan, Jawa Timur.
"Besok pagi seputar jam 10 akan dikerjakan konfrensi wartawan untuk mengemukakan selanjutnya apakah hasil pekerjaan tangkap tangan serta status hukum dari beberapa orang itu," ucapny.
Baca juga: Biaya Kuliah POLNES - Biaya UKT POLNES
Diluar itu, KPK mengharap pada penduduk ataupun petinggi daerah supaya tidak buka serta mengalihkan tanda bukti yang masih tetap ada di beberapa lokasi spesifik seperti ruang serta tempat yang lain. Karena itu KPK juga sudah lakukan penyegelan di tempat itu.
"Supaya tidak ada beberapa pihak yang lalu masuk serta merubah keadaan dari ruang yang disegel itu. Ini sekaligus juga peringatan buat beberapa pihak yang berada di tempat supaya tidak untuk masuk atau ditambah lagi sampai merubah keadaan ruang yang disegel sebab ada resiko pidana pada hal tersebut," katanya.
"Proyeknya infrastruktur, ada project pembangunan ya, tahun 2018. Besok selengkapnya akan kami berikan project apakah," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Kamis (4/10/2010).
Baca juga: Biaya Kuliah POLSRI - Biaya UKT POLSRI
"Tetapi memang benar ada project pembangunan di Pasuruan yang cukuplah banyak project pembangunan serta berkaitan project dengan perairan atau irigasi. Itu yang kami identifikasi juga karenanya ada pendapat fee project dari sana," lebih Febri.
KPK lanjut Febri, juga menyangka terdapatnya saluran dana berbentuk transaksi penyerahan uang berbentuk kontan atau fisik atau transaksi perbankan.
"Yang kami indikasikan sisi dari prinsip fee project yang berada di Pasuruan. Kelak akan didalami selanjutnya tekait dengan fakta-fakta itu," tuturnya.
Untuk info selanjutnya, Febri menyampaikan, KPK akan mengadakan pertemuan wartawan berkaitan masalah yang menangkap kepala daerah di Pasuruan, Jawa Timur.
"Besok pagi seputar jam 10 akan dikerjakan konfrensi wartawan untuk mengemukakan selanjutnya apakah hasil pekerjaan tangkap tangan serta status hukum dari beberapa orang itu," ucapny.
Baca juga: Biaya Kuliah POLNES - Biaya UKT POLNES
Diluar itu, KPK mengharap pada penduduk ataupun petinggi daerah supaya tidak buka serta mengalihkan tanda bukti yang masih tetap ada di beberapa lokasi spesifik seperti ruang serta tempat yang lain. Karena itu KPK juga sudah lakukan penyegelan di tempat itu.
"Supaya tidak ada beberapa pihak yang lalu masuk serta merubah keadaan dari ruang yang disegel itu. Ini sekaligus juga peringatan buat beberapa pihak yang berada di tempat supaya tidak untuk masuk atau ditambah lagi sampai merubah keadaan ruang yang disegel sebab ada resiko pidana pada hal tersebut," katanya.
Comments
Post a Comment