Pengedar Narkoba Tewas Ditembak, Kawan Bakar Ban Blokade Jalan

Keluarga almarhum Indra Wijaya Taran yang disangka meninggal karena tembakan polisi dalam penangkapan aktor pengedar serta pengguna narkoba, di Kota Sorong, pada Selasa (22/1/2019) dini hari barusan memandang, penembakan yang dikerjakan anggota Sat Narkoba Polres Sorong tidak sama dengan mekanisme.

Hal tersebut diutarakan oleh, Paman Indra, Muhammad Rifai. Menurut Rifai, semestinya pihak kepolisian tidak lakukan tindakan arogansi, hingga tidak mengakibatkan nyawa keponakannya itu melayang.

Baca juga : Jurusan di UHO

"Kami terasa langkah penanganannya sangatlah terlalu berlebih, hingga menyebabkan nyawa anak kami menghilang. Jika juga dikerjakan penembakan, harusnya cuma dilumpuhkan saja, contohnya di kaki. Ini justru ditembak di paha dari arah belakang," kata Rifai waktu didapati alat ini di dalam rumah duka, di HBM kampung Pisang, Kota Sorong, Selasa 22 Januari 2019.

Rifai minta tranparansi dari pihak kepolisian, jika anggota kepolisian dapat dibuktikan lakukan penembakan tidak sama dengan mekanisme, supaya selekasnya dilakukan tindakan serta diolah sesuai dengan hukum yang laku.

Rifai bercerita, Indra diketahui menjadi figur yang baik sewaktu hidupnya serta tidak sempat ikut serta tindak pidana. Indra adalah mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan di Yogyakarta serta sesaat liburan di kota Sorong sekaligus juga berjumpa dengan keluarga.

Awal mulanya, dua orang pemuda yang disangka adalah pengguna sekaligus juga pengedar narkoba type sabu, Indra Wijaya serta Danang, dibekuk Sat Narkoba Polres Sorong. Nyawa Indra tidak terselamatkan selesai tertembus timah panas. Indra ditembak karena menantang petugas waktu akan ditangkap.

Momen itu berlangsung, di Jalan Pramuka, Kelurahan Remu Utara, depan kantor Sat Lalu Polres Sorong Kota, Selasa 22 Januari 2019 seputar jam 24.00 WIT Pagi hari.

Indra sudah sempat dibawa ke Rumah sakit Mutiara untuk memperoleh perawatan, akan tetapi sayang nyawanya tidak tertolong sebab kehabisan darah.

Gagasannya, Indra akan disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum di Moyo, KM. 13 kota Sorong, jam 16.00 WIT atau sesudah salat Ashar. Indra disemayamkan pas disamping makam ayahnya.

Atas peristiwa ini, beberapa puluh kerabat serta kawan-kawan Indra lakukan tindakan memblokade jalan raya dengan membakar ban sisa menjadi bentuk memprotes pada aksi pihak Kepolisian Polres Sorang yang menyebabkan salah seseorang masyarakat meninggal.

Selain itu, Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna mengutarakan urutan penangkapan dua tersangka pengedar narkoba yang berbuntut tewasnya Indra, di mana waktu akan diamankan, ia akan lakukan perlawanan pada anggota Polisi.

"Indra sangat terpaksa dilumpuhkan sebab berupaya menantang petugas," tutur Dewa Made Sidan Sutrahna di ruangan kerjanya, Selasa (22/01/2019).

Baca juga : Jurusan di UNHAS

Dewa menungungkapkan, saat penangkapan, Indra menantang petugas lewat cara mengayunkan sebilah badik mengarah petugas.

Menurut dia, penembakan itu dikerjakan telah sama dengan mekanisme. Di mana telah dikerjakan tembakan peringatan terlebih dulu tembakan peringatan di hawa sekitar 2x.

"Saat akan ditangkap mereka menyerang petugas dengan memakai badik, sebab terasa terancam, dilakukanlah tembakan peringatan di hawa sekitar 2x. Masih tetap menantang pun, pada akhirnya Indra ditembak 1x tentang pahanya," terangnya.

Sesaat rekanan Indra, Danang telah ditangkap di tahanan Narkoba Polres Sorong. Mengenai tanda bukti yang ditangkap yaitu sabu seberat 2 gr, 1 alat isap bong, korek serta 1 buah badik.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan