Rouhani: AS Harus Bertobat Jika Ingin Berhubungan dengan Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani menjelaskan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) mungkin bila Washington "bertobat" serta akhiri kebijaksanaan bermusuhan pada Teheran.

Jalinan pada Washington serta Teheran sudah sampai titik paling rendah semenjak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat serta mengaplikasikan kembali sangsi pada Republik Islam. Aplikasi sangsi itu menjadi konsekuensi sesudah Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir bersejarah yang di tandatangani oleh Iran serta enam kemampuan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman serta China).

Baca juga : Jurusan di UNAND

"Bila Amerika bertobat serta mengubah pendekatan awal mulanya, mohon maaf atas terlibat awal mulanya di Iran, mengaku kebesaran serta martabat bangsa Iran serta Revolusi Islam yang agung, serta bicara pada beberapa orang kami dengan hormat, kami akan siap untuk terima pertobatan serta kembalinya AS, walau sudah menindas kami saat bertahun-tahun," kata Rouhani dalam pidatonya di komunitas pertemuan beberapa duta besar negara asing di Teheran, hari Rabu.

Rouhani meremehkan desakan pada ekonomi Iran yang dibuat dari sangsi AS serta menjelaskan usaha pemerintah Trump tidak akan terukur.

"Ini hari bangsa kita lebih menyatu, lebih tahan dari mulanya serta berdiri menantang AS dan musuh-musuh," kata Rouhani, diambil Al Jazeera, Kamis (7/2/2019).

Dalam pidato kenegaraan di hari Selasa waktu Washington, Trump menjelaskan; "Kami tidak akan mengubah pandangan dari rezim yang meneriakkan 'Matilah Amerika' serta meneror genosida pada beberapa orang Yahudi."

Ia pun memvisualisasikan Iran menjadi negara teroris nomer satu dalam dunia, dan menuduh Teheran bertanggungjawab atas semua perseteruan di Timur Tengah.

Baca juga : Jurusan di UNRI

Rouhani, dalam pidatonya, pun menyoroti perseteruan Israel-Palestina. Ia menjelaskan, bila AS berusaha mengawasi keamanan negara Yahudi di lokasi itu, masyarakat Palestina mesti bisa kembali pada rumah mereka serta pilih nasib mereka lewat referendum.

"Bahkan juga bila keselamatan Israel jadi perhatian Amerika di lokasi ini, kita mesti menjelaskan jika saat (masyarakat) Palestina belumlah kembali pada tanah air mereka, keselamatan untuk lokasi ini serta Palestina yang bersejarah tidak akan ditanggung. Bahkan juga bila Amerika inginkan keamanan untuk Israel, itu akan berlangsung cuma saat beberapa orang Palestina sudah kembali pada rumah," tutur Rouhani.

Pada 11 Februari kelak, Iran sah menandai peringatan 40 tahun Revolusi Islam 1979. Revolusi itu menggulingkan rezim Shah yang di dukung AS serta membawa skema teokratis ke kekuasaan Iran.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan