Pelanggaran Pidana Narkotika di Tubuh Polri Meningkat Jadi 221 Persen

Anggota Polri yang terserang disiplin serta pidana berkaitan masalah narkotika alami penambahan. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengutarakan penambahan itu berlangsung di dua perihal, yaitu pada bidang mengkonsumsi narkotika serta pelanggaran pidana narkoba.

"Pelanggaran disiplin mengkonsumsi narkoba bertambah 2,8 %, sedang pelanggaran pidana narkoba bertambah 221 %," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12).

Baca juga : Jurusan di POLNES

Pada 2017, jumlahnya polisi yang terserang pelanggaran disiplin sebab memakai narkotika ada sekitar 289 pelanggaran, sesaat di selama 2018 jumlahnya anggota yang konsumsi narkotika sekitar 297 pelanggaran. "Type pelanggaran pidana narkotika di 2017 ada sekitar 76 pelanggaran, sesaat di selama tahun 244 pelanggaran," jelas Tito.

Tito menyebutkan penambahan pelanggaran banyak berlangsung sebab pengawasan internal yang makin santer dikerjakan atau bisa saja penambahan pidana narkotika memang sebab murni kenaikan masalah.

"Memang berlangsung kenaikan atau operasi internal makin kencang hingga angkanya naik. Hal tersebut didorong oleh usaha pro aktif serta ketegasan pimpinan Polri untuk menindak bentuk pelanggaran termasuk juga yang dikerjakan internal Polri," katanya.

Baca juga : Jurusan di POLNEP

Tidak hanya pidana narkotika, beberapa pelanggaran lainnya yang terdaftar alami penurunan ialah pidana asusila serta penipuan. Sesaat masalah pencabulan yang dikerjakan oleh personil Polri meningat dari jumlahnya satu masalah di 2017 jadi tiga masalah di 2018.

Akan tetapi keseluruhannya, jumlahnya pelanggaran disiplin 2018 alami penurunan 54 % atau sekitar 2.705 masalah dibanding 2017 sekitar 5.904. Paling akhir, jumlahnya pelanggara Kode Etik Profesi Polri (KEPP) bertambah 67 % atau sekitar 1.287 masalah di 2018 serta pelanggaran pidana bertambah 70 % atau sekitar 292 masalah di 2018.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan