Ekspor Batik Sumbang Pemasukan Rp 251 M Buat RI

Industri batik Indonesia memberi export US$ 17,99 juta atau sama dengan Rp 251,86 miliar (kurs Rp 14.000/US$) sepanjang semester 1-2019. Sesaat nilai export selama tahun kemarin sebesar US$ 52,44 juta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerangkan, negara arah penting export batik diantaranya ke Jepang, Amerika Serikat (AS), serta Eropa.



Kata Airlangga, industri batik didominasi oleh industri kecil serta menengah (IKM) yang menyebar di 101 sentral di Indonesia. Totalnya ada sekitar 47 ribu unit usaha serta sudah menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Baca Juga : Biaya Kuliah

"Oleh karenanya, sesuai dengan yang dikatakan Bapak Presiden Joko Widodo, kita harus berani memperkenalkan batik pada warga dunia, serta jadikan batik jadi duta budaya Indonesia pada acara-acara internasional," katanya di acara pucuk peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Rabu (2/10/2019).

Menurut dia, hal itu akan meningkatkan semangat beberapa perajin serta aktor industrinya untuk terus meningkatkan batik Nusantara hingga dapat lebih kreatif serta inovatif. Airlangga memandang baju batik mempunyai nilai lebih yang tinggi, bukan jadi komoditas. Oleh karena itu export dari industri ini terus didorong.

Lanjut ia, dengan hadirnya masa revolusi industri 4.0 yang menimbulkan beberapa tehnologi hebat, akan membuat dunia batik nasional makin bersaing. Karena itu diperlukan loyalitas yang kuat dari semua pemangku kebutuhan untuk jaga serta melestarikannya.

"Misalnya, dapat dengan mengawali pendekatan pada generasi muda untuk lakukan digitalisasi serta manfaatkan sosial media dalam rencana menggerakkan perkembangan batik nasional," katanya.

Artikel Terkait : Akreditasi Jurusan

Ia yakini batik Indonesia mempunyai keunggulan komparatif di pasar Internasional. Hal yang tentu saja harus dilihat Indonesia butuh lakukan penguatan branding serta perlindungan Hak Kekayaan Cendekiawan. Ditambah lagi, batik sekarang bertransformasi jadi bermacam-macam model, kerajinan serta home decoration yang sudah dapat sentuh beberapa susunan warga baik di atau luar negeri.

Ia menggerakkan supaya industri batik jadi bidang yang ramah pada lingkungan.

"Kami menyarankan pada semua perajin serta aktor industri batik untuk terus mendalami kekuatan zat warna alam yang kita punya, hingga bisa memperkaya macam batik warna alam Indonesia, terhitung motifnya. Diluar itu  terdapatnya kerjasama design, yang seperti menggabungkan dengan tenun," imbuhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Wisata di Lembang Bandung Tutup 14 Hari,

#Indonesia_LockdownPlease Trending!

Cek Stok Pangan Jangan Hanya dari Laporan