Ibu Pemulung di Lampung Diseret hingga Ditampar IRT
Seorang wanita paruh baya di Lampung namanya Irawati jadi korban persekusi. Irawati dipersekusi untuk akui jadi penculik anak.
Video persekusi yang dirasakan Irawati viral di sosial media (sosmed). Dalam video itu terlihat ada seorang ibu rumah-tangga (IRT) yang terus cecar Irawati.
Sebagian orang yang berada di tempat berupaya melerai IRT yang terus memegangi Irawati. Beberapa masyarakat minta IRT itu meredam diri sampai polisi hadir.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNDIP
"Tidak, saya merasakan terancam, Om," kata IRT itu. Terlihat ia masih menarik pakaian Irawati. Sebab terus ditarik-tarik, kerudung yang digunakan Irawati juga lepas. Pakaian yang dipakainya juga jadi amburadul.
Dalam video yang tersebar, Irawati terlihat dalam urutan berjongkok. Dalam urutan itu, ia ditarik-tarik IRT yang terus menuduhnya penculik dari pertama.
"Ia bawa beberapa alat, sumpah," kata IRT itu sambil menyeret Irawati. Ia menuduh Irawati memiliki komplotan penculik. Dari video yang tersebar, terlihat Irawati ditampar IRT itu.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pandra Arsyad membetulkan momen persekusi itu. Momen itu diberitakan berlangsung di Kampung Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
"Ya benar, benar (sempat ada ibu pemulung didakwa menculik anak)," kata Kombes Pandra waktu di konfirmasi, Rabu (19/2/2020).
Baca Juga : Universitas Diponegoro
Sesudah alami persekusi, Irawati hadir melapor ke Polda Lampung. Polisi akan menindaklanjuti laporan Irawati.
"Benar, telah melapor tempo hari ke SPKT Polda Lampung. Serta ini akan kita tindak lanjuti laporan pengaduan dari ibu yang memberikan laporan Gita atas sangkaan penganiayaan itu. Pokoknya disampaikan penganiayaan serta pencemaran nama baik," tutur Pandra.
Video persekusi yang dirasakan Irawati viral di sosial media (sosmed). Dalam video itu terlihat ada seorang ibu rumah-tangga (IRT) yang terus cecar Irawati.
Sebagian orang yang berada di tempat berupaya melerai IRT yang terus memegangi Irawati. Beberapa masyarakat minta IRT itu meredam diri sampai polisi hadir.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNDIP
"Tidak, saya merasakan terancam, Om," kata IRT itu. Terlihat ia masih menarik pakaian Irawati. Sebab terus ditarik-tarik, kerudung yang digunakan Irawati juga lepas. Pakaian yang dipakainya juga jadi amburadul.
Dalam video yang tersebar, Irawati terlihat dalam urutan berjongkok. Dalam urutan itu, ia ditarik-tarik IRT yang terus menuduhnya penculik dari pertama.
"Ia bawa beberapa alat, sumpah," kata IRT itu sambil menyeret Irawati. Ia menuduh Irawati memiliki komplotan penculik. Dari video yang tersebar, terlihat Irawati ditampar IRT itu.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pandra Arsyad membetulkan momen persekusi itu. Momen itu diberitakan berlangsung di Kampung Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
"Ya benar, benar (sempat ada ibu pemulung didakwa menculik anak)," kata Kombes Pandra waktu di konfirmasi, Rabu (19/2/2020).
Baca Juga : Universitas Diponegoro
Sesudah alami persekusi, Irawati hadir melapor ke Polda Lampung. Polisi akan menindaklanjuti laporan Irawati.
"Benar, telah melapor tempo hari ke SPKT Polda Lampung. Serta ini akan kita tindak lanjuti laporan pengaduan dari ibu yang memberikan laporan Gita atas sangkaan penganiayaan itu. Pokoknya disampaikan penganiayaan serta pencemaran nama baik," tutur Pandra.

Comments
Post a Comment